Benarkah Juragan Tanah Selalu Untung? Mari Kita Bahas Bersama

Investasi yang cukup menjanjikan jaman sekarang adalah jual beli tanah atau properti. Banyak orang mencoba peruntungan menjadi juragan tanah, yaitu melakukan jual beli tanah yang biasanya digunakan sebagai lahan hunian.

Sebelum mencoba bisnis ini, pastikan Anda mengetahui banyak hal terutama mengenai resiko dan keuntungan yang akan dihadapi. Meskipun banyak juragan tanah yang sukses, namun hal ini bukan berarti tanpa ada risiko.

Apakah menjadi juragan tanah selalu menguntungkan? Jawabannya adalah tidak selalu menguntungkan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Lagi pula, semua bisnis pasti ada kalanya menguntungkan dan ada kalanya mengalami kerugian. Menjadi juragan tanah pun ada keuntungan dan kerugian yang akan dihadapi. Simak informasinya berikut ini untuk mengetahui bahasannya lebih lanjut

Keuntungan Menjadi Juragan Tanah

Hal pertama akan dibahas adalah mengenai keuntungan menjadi juragan tanah. Apa saja keuntungan?

Harga semakin meningkat

Investasi tanah disebut-sebut menjadi salah satu investasi yang menjanjikan. Hal ini dikarenakan adanya capital gain. Artinya, harganya akan selalu meningkat setiap tahunnya. Belakangan, harga tanah di perkotaan besar bisa meningkat hingga 25% dalam setahun.

Rata-rata, harga tanah bisa meningkat dua kali lipat hanya dalam kurun waktu 5 tahun. Harga yang selalu meningkat tentu akan menjanjikan. Namun perlu diketahui bahwa harga tanah dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah lokasi yang strategis.

Biaya perawatan rendah

Jual beli tanah dalam arti lahan kosong sangat menguntungkan jika dilihat dari segi perawatan. Lahan kosong tidak membutuhkan biaya besar untuk perawatannya. Hal ini tentu berbeda dengan lahan atau tanah yang telah didirikan bangunan.

Memiliki nilai tambah

Salah satu yang menarik dari investasi tanah selain nilai jualnya yang bertambah, juga memiliki nilai tambahan jika dirawat dengan baik.

Sebagai contoh jika didirikan hunian, kantor, apartemen, kantor atau bangunan lainnya, maka nilai jualnya semakin bertambah lebih cepat. Property dan tanah merupakan dua pilihan investasi yang sangat menjanjikan. Jika dua hal ini digabung, maka keuntungan bisa naik dengan sangat cepat.

Permintaan yang akan selalu bertambah

Keuntungan selanjutnya berkaitan dengan harga. Permintaan yang akan selalu bertambah akan membuat harga semakin naik. Padahal, ketersediaan tanah sangat terbatas.

Hal ini dipengaruhi oleh semakin bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah populasi manusia, maka kebutuhan ketersediaan tanah akan selalu meningkat.

Keuntungan lain

Sementara menunggu lahan kosong laku, maka bisa dijadikan tempat untuk berbisnis. Lahan kosong bisa digunakan sebagai tempat bercocok tanam sayur atau lahan parkir. Dengan demikian, Anda sudah untung meskipun tanah belum laku. Jika bisnis lancar, maka nilai jual tanah juga akan meningkat.

Alokasi untuk bisnis lain seperti ini perlu melihat struktur tanah, lokasi serta  jenis tanah. Jika tanah merupakan jenis yang bisa untuk bertanam, maka bisa dijadikan untuk bisnis tanaman dan sejenisnya.

Sama seperti bisnis lainnya, akan selalu ada kelebihan dan kekurangannya. Jika di atas merupakan keuntungan-keuntungan yang didapatkan, maka di bawah ini merupakan pembahasan mengenai kerugian yang akan didapatkan ketika menjadi juragan tanah.

Kerugian Menjadi Juragan Tanah

Menjadi juragan tanah juga berpotensi mengalami kerugian. Berikut ini kerugian yang bisa saja dialami oleh juragan tanah.

Kerugian-kerugian berikut ini akan dirasakan ketika menjadi tanah.

Aset yang tidak produktif

Tanah atau lahan kosong banyak yang tidak menghasilkan pendapatan jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Berbeda dengan properti seperti kos atau apartemen yang bisa menghasilkan masukan produktif, lahan kosong jarang menghasilkan uang.

Asset yang tidak produktif juga biasanya mempengaruhi harga tanah dan perputaran labanya. Jika tanah merupakan tanah tidak produktif karena lokasi dan beberapa faktor lain, harga yang ditawar oleh calon pembeli mungkin akan lebih murah sehingga keuntungan yang didapatkan tidak seberapa.

Membutuhkan waktu lebih lama

Menjual tanah dengan cepat biasanya akan merugikan. Keuntungan dari jual beli tanah biasanya memakan waktu bertahun-tahun. Ini karena investasi tanah tidak seperti investasi saham yang bisa bertambah setiap harinya.

Karena jangka waktunya lama, maka bagi yang ingin menjual tanah sebaiknya menjualnya kembali setidaknya setelah empat atau lima tahun. Hal ini tentu menjadi pertimbangan sendiri bagi yang ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat.

Sulit diuangkan dan proses yang panjang

Selain membutuhkan waktu yang lama, kerugian menjadi juragan tanah juga terkait dengan likuidasi uang. Jika investasi seperti saham dan emas bisa diwujudkan dengan uang dalam waktu yang singkat, maka investasi lahan tidak bisa secepat itu. Perlu proses negosiasi, mengurus sertifikat dan surat-surat lainnya yang membutuhkan waktu yang lama.

Perlu modal besar

Modal untuk membeli tanah sangat besar. Apalagi jika mengincar tanah di kawasan strategis, maka harganya cukup tinggi. modal yang besar dan memakan waktu yang lama untuk mendapatkan laba biasanya menjadi alasan orang-orang berhenti menjadi juragan tanah.

Modal yang besar dan waktu yang lama untuk likuidasi uang akan menambah kerugian yang dirasakan. Tidak hanya rugi secara material, namun juga rugi waktu dan tenaga.

Menguras pengeluaran

Ketika lahan yang akan diperjualbelikan merupakan lahan yang tidak produktif, maka akan menguras pengeluaran. Meskipun tidak seberapa, namun sifatnya terus menerus demi mendapatkan konsumen yang pasti akan membeli.

Terkadang, lahan kosong atau tanah yang tidak produktif juga disalahgunakan oleh orang lain. Hal ini tentu menguras tenaga, pikiran dan waktu. jika hanya disalahgunakan seperti untuk bermain sepak bola, itu tidak masalah. Namun jika dimanfaatkan untuk lahan parkir, mendirikan ruko atau bangunan lain tanpa izin oleh orang tidak dikenal maka akan menguras waktu untuk mengurusnya.

Untuk itu, harus jeli melihat situasi sebelum memutuskan untuk menjadi juragan tanah. Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Antara lain adalah mengenai legalitas tanah, memahami pasaran harga tanah dan lain-lain.

Tips Menghindari Kerugian Saat Menjadi Juragan Tanah

Melihat pasaran harga tanah pun harus memahami faktor-faktor yang menentukan harga. Beberapa diantaranya adalah mengenai lokasi, luas tanah dan nilai-nilai tambah lainnya jika ada. Untung atau ruginya menjadi juragan tanah bergantung bagaimana menghadapi halangan-halangan yang ada.

Kecermatan dalam melakukan penjualan dan melihat peluang dengan teliti bisa membawa keuntungan tersendiri. Jika jeli dan cermat melihat pasar, tanah bisa dijual dengan cepat dan keuntungan yang berlipat bisa didapat dalam waktu yang cukup singkat.

Jika ingin keluar modal yang sedikit, maka bisa membeli lahan yang tidak terlalu luas terlebih dahulu sebagai langkah awal berinvestasi. Belajarlah dari pengalaman dan cobalah untuk belajar dari kolega yang sudah lebih dahulu menjalani investasi tanah. Sebelum memutuskan untuk membeli tanah yang akan dijual lagi, pastikan tanah tersebut telah diperiksa.

Memeriksa legalitas tanah adalah hal prioritas yang harus dilakukan sebelum membeli tanah. Hal ini akan berpengaruh terhadap penjualan tanah ke depannya. Di manapun, konsumen akan selalu menanyakan legalitas tanah dan status tanah. Jika statusnya jelas sesuai hukum yang berlaku, maka konsumen tidak akan ragu untuk membelinya.

Proses jual beli tanah membutuhkan waktu yang lama dan memiliki hambatan yang tidak sedikit. Namun jika bisa menghadapinya, maka keuntungan akan didapatkan.